Berdasarkan lamanya gejala
berlangsung, diare dibedakan menjadi :
1. Diare akut : Bila berlangsung kurang dari dua minggu
2. Diare kronik : Bila berlangsung lebih dari dua minggu
Diare akut dengan atau tanpa
muntah pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Obat utamanya adalah
minum banyak cairan dan oralit (cairan elektroli). Tidak diperlukan antibiotik
dan obat penekan diare atau muntah.
Penggunaan adsorben seperti
attalpugit, kaolin, dan pektat hanya mengubah tampilan feses, tidak
menghentikan proses diare, jadi bisa menyamarkan gejala dehidrasi.
Diare memerlukan penanganan
serius apabila disertai gejala berikut:
1. Dehidrasi berat
2. Anak sama sekali
menolak minum atau muntah – muntah hebat
3. Diare disertai darah
pada feses
4. Penurunan kesadaran
5. Kejang
f.
Demam tinggi (hiperpireksia,
suhu di atas 40,5oC
1. Muntah – muntah berwarna hijau
2. Pendarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya
3. Nafas cepat dan dangkal
4. Diare berlangsung lebih dari dua minggu
5. Tanda – tanda dehidrasi:
1. Dehidrasi ringan
1. Muntah – muntah berwarna hijau
2. Pendarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya
3. Nafas cepat dan dangkal
4. Diare berlangsung lebih dari dua minggu
5. Tanda – tanda dehidrasi:
1. Dehidrasi ringan
·
Mata kering dan
menangis tanpa air mata atau hanya sedikit air matanya
·
Mulut dan bibir lebih
kering
·
Buang air kecil sedikit
lebih jarang (popok basah tidak sesering biasanya
2. Dehidrasi sedang berat
2. Dehidrasi sedang berat
·
Mata cekung
·
Lemas
·
Sangat kehausan
·
Semakin jarang buang
air kecil atau ganti popok (popok jarang basah)
·
Kulit kering
3. Dehidrasi berat
3. Dehidrasi berat
·
Pada bayi di bawah usia
6 bulan, ubun – ubun terlihat cekung
·
Tidak mau minum
·
Tidak buang air kecil
lebih dari 8 jam
·
Ketika kulit di cubit
dengan dua jari, kulit sulit balik ke bentuk asal
·
Sangat lemas atau
kesadarannya menurun
Prinsip penanganan diare :
1. Atasi kekurangan
cairan, dengan memberikan cairan sebanyak mungkin setiap kali anak BAB. Cairan yang
dapat diberikan antara lain larutan elektrolit oral (oralit), ASI, susu, atau
air tajin. Pada diare, susu tidak perlu diencerkan atau diganti dengan yang
rendah laktosa, kecuali bila terbukti diare disebabkan karena intoleransi
laktosa.
2. Untuk anak yang susah
makan, tetap berikan makanan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya
namun diberikan lebih sering.
3. Obat anti diare tidak
boleh diberikan. Akan memperpanjang sakit dan resiko efek samping.
4. Antibiotik tidak
diperlukan, kecuali bila terbukti penyebabnya adalah bakteri yang membutuhkan antibiotik.
5. Cairan infus diberikan
bila anak mengalami dehidrasi berat.
6. Hindari pemberian
makanan tertentu bila diare disebakanoleh gangguan absorpsi makanan.
7. Selalu menjaga
kebersihan, berguna untuk mengatasi penyebaran penyakit.
Tetap besih agar tetap sehat ya
bunda J
No comments:
Post a Comment