Monday, December 16, 2013

Penyakit Langganan Anak – Diare

Diare dan muntah bukan penyakit merupakan gejala. Oleh karena itu, hal pertama yang bunda lakukan adalah memikirkan penyebabnya. Karena diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme racun dan benda asing. Diare muntah pada anak umumnya disebabkan infeksi virus dan akan sembuh sendiri. Prinsip utama penanganannya adalah mencegah terjadinya dehidrasi.

Berdasarkan lamanya gejala berlangsung, diare dibedakan menjadi :
1. Diare akut       : Bila berlangsung kurang dari dua minggu
2. Diare kronik    : Bila berlangsung lebih dari dua minggu

Diare akut dengan atau tanpa muntah pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Obat utamanya adalah minum banyak cairan dan oralit (cairan elektroli). Tidak diperlukan antibiotik dan obat penekan diare atau muntah.
Penggunaan adsorben seperti attalpugit, kaolin, dan pektat hanya mengubah tampilan feses, tidak menghentikan proses diare, jadi bisa menyamarkan gejala dehidrasi.

Diare memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut:
1. Dehidrasi berat
2. Anak sama sekali menolak minum atau muntah – muntah hebat
3. Diare disertai darah pada feses
4. Penurunan kesadaran
5. Kejang
f.       Demam tinggi (hiperpireksia, suhu di atas 40,5oC
      1. Muntah – muntah berwarna hijau
      2. Pendarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya
      3. Nafas cepat dan dangkal
      4. Diare berlangsung lebih dari dua minggu
      5. Tanda – tanda dehidrasi:
                       1. Dehidrasi ringan
·         Mata kering dan menangis tanpa air mata atau hanya sedikit air matanya
·         Mulut dan bibir lebih kering
·         Buang air kecil sedikit lebih jarang (popok basah tidak sesering biasanya
2. Dehidrasi sedang berat
·         Mata cekung
·         Lemas
·         Sangat kehausan
·         Semakin jarang buang air kecil atau ganti popok (popok jarang basah)
·         Kulit kering
3. Dehidrasi berat
·         Pada bayi di bawah usia 6 bulan, ubun – ubun terlihat cekung
·         Tidak mau minum
·         Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
·         Ketika kulit di cubit dengan dua jari, kulit sulit balik ke bentuk asal
·         Sangat lemas atau kesadarannya menurun
Prinsip penanganan diare :
1. Atasi kekurangan cairan, dengan memberikan cairan sebanyak mungkin setiap kali anak BAB. Cairan yang dapat diberikan antara lain larutan elektrolit oral (oralit), ASI, susu, atau air tajin. Pada diare, susu tidak perlu diencerkan atau diganti dengan yang rendah laktosa, kecuali bila terbukti diare disebabkan karena intoleransi laktosa.
2. Untuk anak yang susah makan, tetap berikan makanan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya namun diberikan lebih sering.
3. Obat anti diare tidak boleh diberikan. Akan memperpanjang sakit dan resiko efek samping.
4. Antibiotik tidak diperlukan, kecuali bila terbukti penyebabnya adalah bakteri yang membutuhkan   antibiotik.
5. Cairan infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat.
6. Hindari pemberian makanan tertentu bila diare disebakanoleh gangguan absorpsi makanan.
7. Selalu menjaga kebersihan, berguna untuk mengatasi penyebaran penyakit.
Tetap besih agar tetap sehat ya bunda J

No comments:

Post a Comment