Tuesday, December 17, 2013

Buah Yang Baik Untuk Bayi


Memilih buah yang baik dikonsumsi bayi yang masih berusia di bawah satu tahun termasuk hal yang tidak mudah. Karena bunda harus teliti buah - buah mana yang dapat dikonsumsi, mengeyangkan serta memiliki kandungan yang baik untuk bayi. Berikut admin akan mengulas beberapa buah yang baik untuk bayi serta saran penyajian yang tepat.

*PISANG
Untuk: bayi 6 bulan ke atas. 
Kandungan gizi utama: kalium, fosfor, vitamin A, asam folat.
Ide penyajian:
1. Kupas kulit pisang, lalu keruk daging buahnya, sajikan langsung pada bayi.
2. Pure pisang:
·         Potong-potong daging buah pisang, lalu tambahkan air perasan jeruk beberapa sendok untuk memberi rasa segar serta memperlambat perubahan warna pisang.
·         Masukkan ke dalam blender. Tuang ASI atau susu formula. Haluskan.
·         Sajikan pada bayi.
3. Bila bayi sudah berumur 8 bulan, Anda dapat menambahkan sereal.
Resep lainnya:
- Bubur Beras Merah dan Pisang Keju
- Bubur Roti Susu Pisang 
- Bubur Nagasari
- Bubur Jagung Pisang

*JERUK
Untuk: bayi 6 bulan ke atas.
Kandungan gizi utama: kalium, kalsium, vitamin A, vitamin c, asam folat, serat.
Ide penyajian: 
1. Cuci bersih buah jeruk, kupas lalu peras dan saring airnya. Berikan pada bayi.
2. Dapat dijadikan pemanis yang menyegarkan dalam aneka pure buah. 
Resep lainnya:
- Bubur Mangga Jeruk 
- Puding Almond Jeruk 
- Havermut Saus Jeruk 

*APEL
Untuk: bayi 6 bulan ke atas.
Kandungan gizi utama: kalium, magnesium, fosfor, kalsium. Vitamin A, vitamin C.
Ide penyajian:
1. Pure apel:
·         Setelah dcuci bersih, kupa skulit apel, lalu potong kecil-kecil.
·         Masukkan ke dalam panci, tambahkan air hingga potongan apel terendam. Rendam hingga lunak. Angkat.
·         Blender hingga lembut.
2. Bila bayi sudah berumur 8 bulan, Anda dapat menambahkan sereal dan kayu manis sebagai varaisi dan tambahan rasa baru. 
Resep lainnya:
- Kukis Havermut Apel 
- Sereal Apel
- Bubur Kuning Manis 
- Bubur Roti Isi Apel

*PIR
Untuk: bayi 6 bulan ke atas.
Kandungan gizi: kalium, fosfor, kalsium, vitamin C.
Ide penyajian: 
1. Pure pir:
·         Cuci bersih buah pir, lalu kupas kulitnya. Potong kecil-kecil daging buahnya, dan kukus hingga lunak.
·         Blender hingga halus.
2. Pure pir dapat dicampur dengan pure apel.
3. Bagi bayi usia 8 bulan, bisa ditambahkan sereal agar pure ini menjadi padat.

*TOMAT
Untuk: bayi 8 bulan ke atas. 
Kandungan gizi: protein, serat, kalium, magnesium, fosfor, kalisum, natrium, vitamin A, asam folat.
Ide penyajian:
1. Saus tomat:

·         Cuci bersih lalu rebus tomat sampai empuk dalam panci dengan air secukupnya, sehingga kulitny amudah dikupas.
·         Setelah dikupas, potong menjadi 4 bagian. Blender hingga halus, lalu saring menjadi saus tomat.
·         Untuk variasi rasa dapat ditambahkan air jeruk.
2. Saus tomat dapat disajikan bersamaan dengan pure kentang atau sayuran.
Resep lainnya:
- Jus Tomat Jeruk 
- Bubur Pisang Saus Tomat
- Bubur Maizena Tomat 

Demikian dan Semoga Bermanfaat :) 

Memilih Makanan Yang Baik Untuk Bayi

Bayi memerlukan perhatian exstra karena dia belum mampu melakukan segala sesuatunya sendiri. Kita sebagai orangtua akan melakukan apapun demi bayi kita. Sebelum bayi kita lahir kita pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu keperluan mulai dari pakaian bayi, selimut bayi, susu tambahan. Masing-masing aspek mempunyai dampak bagi kesehatan dan juga pertumbuhan bayi kita. Lingkungan sehat serta nutrisi tambahan serta kondisi lingkungan yang higienis membuat pertumbuhan bayi lebih optimal.
Makanan sangat menentukan pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Bayi tumbuh lebih cepat dari orang dewasa, dan dalam setiap pertumbuhan memerlukan nutrisi yang cukup. Pertumbuhan yang cepat memerlukan asupan nutrisi yang exstra dan makanan yang baik. Makanan harus sehat, segar dan kaya nutrisi sehingga dapat membentuk tubuh bayi menjadi sempurna.
Satu yang harus diingat bahwa apa yang baik untuk orang dewasa tidaklah selalu baik untuk bayi. Meskipuun tubuh bayi serupa dengan tubuh orang dewasa, tetapi sistem jasmani mereka belum terbentuk secara sempurna, sehingga mereka memerlukan nutrisi exstra untuk memenuhi pertumbuhan bagi kebutuhan sel-sel dan sistem kekebalan tubuh bayi.
Di tahun-tahun pertama, sistim pencernaan tubuh bayi belum kuat sehingga perutnya belum bisa mencerna  makanan yang kita berikan, sehingga sangat tergantung pada susu ibu. Susu ibu adalah makanan bayi yang penuh nutrisi dan kaya akan zat pembangun kekebalan tubuh bayi.
Gigi bayi akan tumbuh setelah 9 bulan dilahirkan, sampai saat itu bayi kita sangat tergantung pada susu ibu dan pada beberapa kasus memerlukan makanan suplement yang sudah diformulasikan secara hati-hati.
Susu ibu mengandung nutrisi yang sangat lengkap untuk bayi saampai bayi bisa menggigit. Bermacam-macam vitamin, mineral, protein, carbonhidrat dan lemak sangat di butuhkan oleh bayi. Ini dapat kita dapatkan dari sayuran, telur, dan beberapa makanan hewani. Kita harus hati-hati dalam memilih makanan mana yang baik untuk bayi kita.
Dalam beberapa kasus dimana susu ibu hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali makanan bayi pasti akan berubah drastis. Ada banyak makanan bayi yang tersedia di pasar sebagai pengganti kurangnya susu ibu. makanan tersebut biasanya kaya akan vitamin, mineral dan banyak nutrisi lainnya, tapi untuk memulainya kita sebaiknya berkonsultasi kepada neonatologist terlebih dahulu. pemberian makanan bayi ini tergantung pada umur dan berat bayi, bisa juga dikombinasikan dengan air putih dan susu. Anda bisa memilih makanan yang bersertipikat dari badan POM dan Depkes.
Apa yang dapat kita berikan pada bayi kita? Tubuh bayi belum bisa mencerna semua makanan yng kita berikan, sehingga tidak semua makanan boleh kita berikan kepada bayi kita, satu kriteria makanan yang harus kita penuhi untuk bayi kita yaitu makanan yang harus kita pilih harus mengandung nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan dan kekebalan tubuh.
Di tahun ke dua, umumnya bayi memerlukan susu fullcream dan keju untuk dapat menyerap vitamin dan mineral penting. Pada beberapa bayi, susu sapi dapat menimbulkan alergi, kita dapat menggantinya dengan susu kambing. Makanan lain yang dapat menimbulkan alergi pada bayi adalah putih telur, kacang tanah, kacang kedelai, ikan, buah pir, makanan ini bisa menimbulkan alergi pada tubuh bayi.
Tubuh bayi mulai menyerap kalsium yang dapat menunjang pertumbuhan tulang dan gigi, sehingga pemberian supplemen kalsium tidak boleh dilupakan, pemberian vitamain C dan B compleks sangat membantu pembentukan sistim kekebalan tubuh bayi.
Ketika bayi tumbu menjadi balita, mereka bisa diberi makanan yang kaya nutrisi seperti sop ayam dan jus sayuran hijau secara reguler. Jangan lupa susu dan produk susu lain untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Zat besi dan folic acid untuk mencegah anemia, keadaan berbahaya dimana bayi kekurangan zat darah merah secara drastis.
Bayi pada awal pertumbuhannya memerlukan kalori exstra, sehingga makanan yang kaya kalori dan karbohidrat sangat di perlukan. Jangan biarkan bayi anda memakan makanan junk food dan air berkarbon dan minuman dingin lainnya. Makanan dan minuman tersebut bisa merusak sistem pencernaan bayi dan tidak memberikan gizi apapun untuk bayi. Kopi, teh, dan alkohol sangat terlarang untuk bayi. Makanan ringan dan makanan manis juga harus dibatasi walaupun tidak harus dihilangkan sama sekali, karena gula murni dibutuhkan untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Kita harus menggunakan garam berzodium untuk mencegah penyakit gondok.
Ketika bayi mempunyai cukup gigi kita bisa memberikan nasi, gandum dan sereal. Kacang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.
Perbanyak makanan yang direbus dari pada digoreng.
Kentang, kubis, tomat, dan bayam sangat di perlukan oleh bayi, kita dapat merebusnya dan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum kita memberikan pada bayi kita.

Monday, December 16, 2013

Penyakit Langganan Anak – Diare

Diare dan muntah bukan penyakit merupakan gejala. Oleh karena itu, hal pertama yang bunda lakukan adalah memikirkan penyebabnya. Karena diare dan muntah merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari mikroorganisme racun dan benda asing. Diare muntah pada anak umumnya disebabkan infeksi virus dan akan sembuh sendiri. Prinsip utama penanganannya adalah mencegah terjadinya dehidrasi.

Berdasarkan lamanya gejala berlangsung, diare dibedakan menjadi :
1. Diare akut       : Bila berlangsung kurang dari dua minggu
2. Diare kronik    : Bila berlangsung lebih dari dua minggu

Diare akut dengan atau tanpa muntah pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Obat utamanya adalah minum banyak cairan dan oralit (cairan elektroli). Tidak diperlukan antibiotik dan obat penekan diare atau muntah.
Penggunaan adsorben seperti attalpugit, kaolin, dan pektat hanya mengubah tampilan feses, tidak menghentikan proses diare, jadi bisa menyamarkan gejala dehidrasi.

Diare memerlukan penanganan serius apabila disertai gejala berikut:
1. Dehidrasi berat
2. Anak sama sekali menolak minum atau muntah – muntah hebat
3. Diare disertai darah pada feses
4. Penurunan kesadaran
5. Kejang
f.       Demam tinggi (hiperpireksia, suhu di atas 40,5oC
      1. Muntah – muntah berwarna hijau
      2. Pendarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya
      3. Nafas cepat dan dangkal
      4. Diare berlangsung lebih dari dua minggu
      5. Tanda – tanda dehidrasi:
                       1. Dehidrasi ringan
·         Mata kering dan menangis tanpa air mata atau hanya sedikit air matanya
·         Mulut dan bibir lebih kering
·         Buang air kecil sedikit lebih jarang (popok basah tidak sesering biasanya
2. Dehidrasi sedang berat
·         Mata cekung
·         Lemas
·         Sangat kehausan
·         Semakin jarang buang air kecil atau ganti popok (popok jarang basah)
·         Kulit kering
3. Dehidrasi berat
·         Pada bayi di bawah usia 6 bulan, ubun – ubun terlihat cekung
·         Tidak mau minum
·         Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
·         Ketika kulit di cubit dengan dua jari, kulit sulit balik ke bentuk asal
·         Sangat lemas atau kesadarannya menurun
Prinsip penanganan diare :
1. Atasi kekurangan cairan, dengan memberikan cairan sebanyak mungkin setiap kali anak BAB. Cairan yang dapat diberikan antara lain larutan elektrolit oral (oralit), ASI, susu, atau air tajin. Pada diare, susu tidak perlu diencerkan atau diganti dengan yang rendah laktosa, kecuali bila terbukti diare disebabkan karena intoleransi laktosa.
2. Untuk anak yang susah makan, tetap berikan makanan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya namun diberikan lebih sering.
3. Obat anti diare tidak boleh diberikan. Akan memperpanjang sakit dan resiko efek samping.
4. Antibiotik tidak diperlukan, kecuali bila terbukti penyebabnya adalah bakteri yang membutuhkan   antibiotik.
5. Cairan infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat.
6. Hindari pemberian makanan tertentu bila diare disebakanoleh gangguan absorpsi makanan.
7. Selalu menjaga kebersihan, berguna untuk mengatasi penyebaran penyakit.
Tetap besih agar tetap sehat ya bunda J

Sunday, December 15, 2013

9 Tips – tips agar bayi & anak mau makan


Hallo Bunda, pasti bunda akan sangat sedih dan kesal jika anak atau bayi bund tidak mau makan. Tapi tahukah bunda, terdapat sebab – sebab tertentu yang menjadikan si bayi atau anak tidak mau makan. Bunda harus coba mencari tahu ni, jika hal itu sulit untuk bunda lakukan maka lakukan tips – tips berikut yang semoga dapat membantu bunda sehingga bayi atau anak bunda makan dengan lahap J.

1.    Jangan paksa bayi menghabiskan makanannya. Lebih baik Anda ikuti ritme makannya, sehingga ia senang dan dengan sendirinya proses pemberian makan jadi lebih mudah.
2.    Siapkan air putih mata bayi melatih keterampilan minumnya daripada gelas bermoncong.
ng. Bisa di mangkuk kecil untuk disendoki, di gelas atau cangkir untuk diberikan langsung pada bayi. Penggunaan gelas biasa lebih  membantu
3.      Pompa semangat makannya dengan menempatkan makanan dalam piranti berbentuk menarik dengan gambar lucu. Pilih yang dirancang khusus untuk bayi agar tidak melukai mulutnya.
4.      Selalu ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan relaks bagi bayi. Misalnya, putar lagu-lagu lembut. Lebih baik lagi bila sirkulasi udara di ruang makan berjalan baik hingga ia tidak kegerahan.
5.      Perhatikan jadwal makannya.  Buat jadwal makan yang terbaik dan sesuai kondisi bayi, lalu upayakan untuk mematuhinya. Dengan demikian,  bayi mengenal rasa lapar ketika waktu makan tiba dan proses pemberian makan jadi lebih mudah.
6.      Perhatikan, makanan apa yang disukainya dan buatlah variasi yang menarik tanpa mengabaikan kebutuhan gizinya. Bila ada makanan yang tidak disukainya, tunda pemberiannya beberapa hari, lalu berikan lagi padanya.
7.      Beri kesempatan bayi mengambil sendiri makanannya dan mencoba memasukka ke mulutnya. Eksplorasi ini akan mengoptimalkan keterampilan makannya. Kalau tubuh dan sekitarnya jadi kotor, tak perlu ngomel.
8.      Dudukkan bayi di high chair (kursi makan bayi) bila dia sudah bisa duduk tanpa bantuan. Pastikan dia aman dan nyaman duduk di kursinya.
9.      Ajak bayi makan di meja makan bersama anggota keluarga yang lain.  Dia akan melihat bahwa makan adalah acara yang menggembirakan dan melatihnya bersosialisasi dengan orang lain.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat J

Friday, December 13, 2013

Penyakit Langganan Anak – Batuk Pilek

Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan jalan nafas, untuk membuang semua hal (termasuk dahak) yang menganggu atau menyumbat saluran nafas. Jadi, batuk bukanlah penyakit. Yang terpenting pikirkan penyebabnya, bukan memberikan obat untuk menghentikan batuknya.
Batuk pada anak usia sekolah umumnya disebabkan oleh infeksi virus kecuali bila berkepanjangan lebih dari empat minggu, bisa dikarenakan oleh alergi, bisa kuman. Gejala batuk biasanya akan disertai gejala lain misalnya demam, pilek, atau sesak kecuali pada alergi.
Batuk pilek karena infeksi virus tidak butuh obat selain obat penurun panas apabila demam. Jangan berikan obat untuk menghilangkan batuk (menekan refleks batuk) seperti dekstrometorfan atau kodein. Mengapa? Saat anak terkena infeksi virus, terjadi peningkatkan produksi lendir di saluran napas sehingga anak pun harus batuk dalam rangka membuang dahak serta membuang kuman/virus penyebab batuknya. Batuk menyebabkan dahak keluar dari jalan nafas dan di/tertelan. Obat penekan refleks batuk akan menganggu semua upaya di atas serta potensial menimbulkan efek samping.
Anak batuk akut umumnya tidak harus di bawa ke dokter pada kondisi sebagai berikut :
1.      Sesak bernafas lebih dari 40x/menit; bernafas disertai tarikan otot – otot dada.
2.      Tampak membiru pada bibir dan ujung kaki
3.      Kesadaran menurun
4.      Dehidrasi berat, anak benar – benar menolak minum atau muntah – muntah hebat
5.      Batuk berlangsung lebih dari dua minggu
6.      Demam tinggi (hiperpireksia, suhu di atas 40,5oC
7.      Muntah – muntah berwarna hijau
8.      Pendarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya.
Mengenai penggunaan antibiotik, ingat ya bunda. Antibiotik tidak digunakan pada infeksi virus.
Berdasarkan periode berlangsungnya maka batuk dapat dibagi menjadi batu akut dan batuk kronis (batuk lebih dari 8 minggu). Umumnya batuk akut pada bayi – anak disebabkan infeksi virus, bisa juga karena alergi (batuk akut karena kuman sangat jarang). Batuk lama kebanyakan disebabkan karena infeksi virus dan alergi. Infeksi virus menyebabkan produksi dahak berlebihan padahal saluran nafas anak masih kecil sehingga mudah menyempit menyebabkan suara mengi seperti asma. Alergi asma  biasanya di tandai oleh batuk pilek yang tidak terus menerus, muncul pada saat – saat tertentu saja (misalnya malam hari) serta ada pencetusnya (udara dingin, debu, tungau rumah, polusi,makanan).  Apabila disertai mengi, sangat khas untuk asma. Biasanya bakat asma diperoleh dari ayah atau ibu. Dalam keluarga umumnya ada anggota keluarga lain yang menderita penyakit alergi. Manifestasi alergi lainnya adalah eksem, rinitis alergi (bersin – bersin/ingus dipagi hari, udara dingin, atau pada saat terpapar debu), atau konjugtivitis alergi (mata merah berair). Jadi hindari pencetusnya ya bunda dan pelajari cara mengatasinya.

Pencetus Umumnya:
1.      Debu rumah, tungau (kutu rumah). Bersihkan perabotan, simpan buku dilemari. Kipas angin dan AC rutin dibersihkan. Seprai, sarung bantal/guling sering diganti, kasur dijemur. Kurangi boneka berbulu halus, tidak usah memakai karpet.
2.      Ventilasi tidak baik, sinar matahri tidak bisa masuk
3.      Binatang peliharaan. Binatang harus sering dimandikan atau dibersihkan
4.      Serangga seperti kecoak, lebah, semut, dll. Jaga kebersihan rumah
5.      Tidak menggunakan kasur/bantal guling yang berisi kapuk
6.      Anak yang rentan terhadap udara dingin, pakaikan baju hangat

7.      Obat – obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiimflamasi steroid tertentu dapa mencetuskan serangan. Penggunaanya harus diperhatikan dengan baik. 

Demam - Kejang Demam Pada Anak

Kejang demam adalah kejang yang penyebabnya di luar otak (bukan karena kelainan di otak). Beda dengan kejang akibat kelainan di otak seperti meningitis, ensefalitis. Jadi, kejang demam tidak berbahaya. Tidak menganggu intelegensia. Kejangnya juga singkat. Kalau kejangnya lama, sesudah kejang tidak sadar atau lama sadarnya, kejangnya berulang – ulang dalam jangka dekat, ada kaku kuduk, bukan kejang demam namanya.
Sebagian besar anak dengan kejang demam suhunya di atas 38,3oC dan biasanya terjadi pada hari pertama demam. Kejang demam bukan kondisi yang sering terjadi. Hanya satu dari 25-40 anak demam yang mengalami kejang demam.
Sediakan diazepam supositoria (rektal), simpan di lemari es (persediaan kalau kejangnya berulang, tidak untuk diberikan setiap kali anak demam).
Kejang demam tidak dapat dicegah dengan meminumkan kopi pada anak ya bunda. Karena kejang demam tidak dapat dicegah. Pemberian obat penurun panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya kejang demam.
Umumnya menyerang anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Ada resiki berulangnya kejang apabila ada kondisi berikut:
1.      Apabila kejang terjadi pada usia muda (<12 bulan)
2.      Apabila ada riwayat kejang dalam keluarga dekat
3.      Apalabila kejang terjadi pada suhu tidak tinggi
4.      Apabila kejang terjadi segera setelah anak demam
Apabila anak kejang pertama sebelum ia berusia 1 tahun maka ada kemungkinan berulang kejangnya sebesar 30%. Sekalipun kejangnya berulang, umumnya tak ada gangguan sistim saraf. Hanya 2% dari anak yang kejang berulang yang bisa mengalami epilepsi yaitu apabila kejangnya lama dan atau kejangnya hanya pada sebagian tubuh, pada seluruh tubuh pada anak dengan cerebral palsy.
Apabila kejang pada usia kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun, bawalah anak ke DSA neurologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Prinsip penanganan:
  1. Tetap tenang dan jangan panik
  2. Baringkan di tempat yang aman (lantai) tanpa bantal
  3. Longgarkan pakaian
  4. Atur posisi (setengah tengkurap atau miring) untuk mencegah tersedak
  5. Jangan meletakkan atau memasukkan apapun kedalam mulutnya (misalkan sendok, termasuk makanan atau minuman)
  6. Berikan diazepam supositori melalui anus
  7. Saat kejang jangan menahan gerakan kejang untuk menghindari fraktur/patah tulang
  8. Hitung lama kejang demam, amati bagian tubuh yang pertama kali mengalami kejang untuk referensi diagnosis dokter.
  9. Penanganan demam (sesuai prinsip mengatasi demam)
Cepat sembuh dan jangan panik ya bunda.
Semoga bermanfaat J
Sumber: Q&A Smart Parents for Healthy Children


Penyakit Langganan Anak - 1. Demam

Hai Bunda,
Bunda yang sudah punya si kecil pasti sangat sering melihat si kecil tiba - tiba badannya hangat, panas. Bagaimana reaksi bunda menghadapi situasi tersebut. Perlu bunda ketahui, demam bukanlah penyakit, demam adalah gejala. Ketika anak demam, pikirkan kemungkinan penyebabnya. Pada bayi dan anak kecil, penyebab demam umumnya adalah infeksi virus. Mengapa demikian? 
Ternyata demam merupakan salah satu taktik sistem imun tubuh untuk menyerang balik penyebab infeksinya. Artinya, kalau ada infeksi hampir pasti ada demam. Selama infeksinya belum tuntas, pasti masih demam (meski anak sudah diberi obat penurun demam). Jadi, jangan bingung ya bunda kalo beberapa jam sesudah diberi obat demam, suhu tubuh kembali meningkat. Demam adalah suhu tubuh >38,5oC untuk waktu minimal 24 jam. Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil didalam tubuh yang disebut dengan pirogen (zat pencetus panas) yang meningkat pada saat infeksi , radang, keganasan, alergi, teething dan lain - lain.
Semua anak pasti pernah mengalami demam, umumnya demam akibat infeksi ringan, tak membahayakan jiwa, tidak membuat anak cacat. Kelak, ketika sistem imun si anak sudah semakin canggih (di usia SD), frekuensi demam pun akan berkurang.

Panas Naik Turun
Beberapa jam setelah anak diberi obat penurun panas, suhu tubuhnya akan naik lagi. Ini terjadi karena obat tersebut tidak menyembuhkan penyakitnya. Obat penurun panas berguna untuk menurunkan suhu tubuh agar tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer). Obat tersebut bukan untuk menormalkan suhu tubuh. Ingat juga bunda, jangan memberikan dua macam obat demam. Jangan campur asetaminofen dengan fenobarbital (luminal). Jangan berikan aspirin (asetosal/aspilet) pada anak <12 tahun (meningkatkan resiko syndrom reye).
Salah satu resiko demam adalah dehidrasi. Tanda - tandanya: ubun - ubun cekung, kencing jarang, dan apabila punggung tangan atau perut di cubit, kulit lambat kembali. Beri anak minum sesering mungkin, boleh berupa jus, es batu, atau es krim. Bila munta - diare, beri anak oralit.

Kapan Sebaiknya Menghubungi Dokter
Pada umumnya, demam tidak membahayakan. Namun demikian ada beberapa kondisi dimana orangtua harus waspada. Misalnya, semakin muda usianya, orang tua harus semakin waspada. Kita harus menghubungi dokter bila:
·         Bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh  ≥ 38oC
·         Bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh ≥ 38,5oC
·         Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ≥40oC
Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh  dengan akurat (jangan hanya mengandalkan perabaan).

Dokter juga perlu dihubungi pada beberapa kondisi berikut :
·         Kondisi anak memburuk; tidur terus menerus, lemas, sulit dibangunkan (letargi)
·         Demam sudah berlangsung selama 72 jam
·         Sudah minum, tidak mau minum, atau sudah mengalami dehidrasi
·         Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
·         Kejang atau kaku pada kuduk leher
·         Sakit kepala hebat yang menetap
·         Sesak napas
·         Muntah, diare terus menerus

Ingat ya bunda, bunda tidak boleh panik. Kalau anak sedang sakit tetap awasi kondisinya, cegah dehidrasi dengan memberi ekstra cairan/minum, kompres air hangat, ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin, anak memakai pakaian yang tidak tebal dan pelukan, belaian serta ketenangan dari orang tua, terutama bunda akan sangat membantu dia untuk melawan rasa sakitnya dan merasa lebih nyaman.
Semoga bermanfaat :)

Sumber: Dirangkum dari Q&A Smart Parents for Healthy Children