Batuk adalah
refleks tubuh untuk membersihkan jalan nafas, untuk membuang semua hal
(termasuk dahak) yang menganggu atau menyumbat saluran nafas. Jadi, batuk
bukanlah penyakit. Yang terpenting pikirkan penyebabnya, bukan memberikan obat
untuk menghentikan batuknya.
Batuk pada anak
usia sekolah umumnya disebabkan oleh infeksi virus kecuali bila berkepanjangan
lebih dari empat minggu, bisa dikarenakan oleh alergi, bisa kuman. Gejala batuk
biasanya akan disertai gejala lain misalnya demam, pilek, atau sesak kecuali
pada alergi.
Batuk pilek
karena infeksi virus tidak butuh obat selain obat penurun panas apabila demam. Jangan
berikan obat untuk menghilangkan batuk (menekan refleks batuk) seperti
dekstrometorfan atau kodein. Mengapa? Saat anak terkena infeksi virus, terjadi
peningkatkan produksi lendir di saluran napas sehingga anak pun harus batuk
dalam rangka membuang dahak serta membuang kuman/virus penyebab batuknya. Batuk
menyebabkan dahak keluar dari jalan nafas dan di/tertelan. Obat penekan refleks
batuk akan menganggu semua upaya di atas serta potensial menimbulkan efek
samping.
Anak batuk akut
umumnya tidak harus di bawa ke dokter pada kondisi sebagai berikut :
1.
Sesak bernafas lebih
dari 40x/menit; bernafas disertai tarikan otot – otot dada.
2.
Tampak membiru pada
bibir dan ujung kaki
3.
Kesadaran menurun
4.
Dehidrasi berat, anak
benar – benar menolak minum atau muntah – muntah hebat
5.
Batuk berlangsung lebih
dari dua minggu
6.
Demam tinggi
(hiperpireksia, suhu di atas 40,5oC
7.
Muntah – muntah berwarna
hijau
8.
Pendarahan saluran
cerna atau organ dalam lainnya.
Mengenai
penggunaan antibiotik, ingat ya bunda. Antibiotik tidak digunakan pada infeksi
virus.
Berdasarkan periode
berlangsungnya maka batuk dapat dibagi menjadi batu akut dan batuk kronis
(batuk lebih dari 8 minggu). Umumnya batuk akut pada bayi – anak disebabkan
infeksi virus, bisa juga karena alergi (batuk akut karena kuman sangat jarang).
Batuk lama kebanyakan disebabkan karena infeksi virus dan alergi. Infeksi virus
menyebabkan produksi dahak berlebihan padahal saluran nafas anak masih kecil
sehingga mudah menyempit menyebabkan suara mengi seperti asma. Alergi asma biasanya di tandai oleh batuk pilek yang tidak
terus menerus, muncul pada saat – saat tertentu saja (misalnya malam hari)
serta ada pencetusnya (udara dingin, debu, tungau rumah, polusi,makanan). Apabila disertai mengi, sangat khas untuk
asma. Biasanya bakat asma diperoleh dari ayah atau ibu. Dalam keluarga umumnya
ada anggota keluarga lain yang menderita penyakit alergi. Manifestasi alergi
lainnya adalah eksem, rinitis alergi (bersin – bersin/ingus dipagi hari, udara
dingin, atau pada saat terpapar debu), atau konjugtivitis alergi (mata merah
berair). Jadi hindari pencetusnya ya bunda dan pelajari cara mengatasinya.
Pencetus Umumnya:
1.
Debu rumah, tungau
(kutu rumah). Bersihkan perabotan, simpan buku dilemari. Kipas angin dan AC
rutin dibersihkan. Seprai, sarung bantal/guling sering diganti, kasur dijemur. Kurangi
boneka berbulu halus, tidak usah memakai karpet.
2.
Ventilasi tidak baik,
sinar matahri tidak bisa masuk
3.
Binatang peliharaan. Binatang
harus sering dimandikan atau dibersihkan
4.
Serangga seperti
kecoak, lebah, semut, dll. Jaga kebersihan rumah
5.
Tidak menggunakan
kasur/bantal guling yang berisi kapuk
6.
Anak yang rentan
terhadap udara dingin, pakaikan baju hangat
7.
Obat – obatan tertentu
seperti aspirin atau obat antiimflamasi steroid tertentu dapa mencetuskan
serangan. Penggunaanya harus diperhatikan dengan baik.

No comments:
Post a Comment