Friday, December 13, 2013

Penyakit Langganan Anak – Batuk Pilek

Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan jalan nafas, untuk membuang semua hal (termasuk dahak) yang menganggu atau menyumbat saluran nafas. Jadi, batuk bukanlah penyakit. Yang terpenting pikirkan penyebabnya, bukan memberikan obat untuk menghentikan batuknya.
Batuk pada anak usia sekolah umumnya disebabkan oleh infeksi virus kecuali bila berkepanjangan lebih dari empat minggu, bisa dikarenakan oleh alergi, bisa kuman. Gejala batuk biasanya akan disertai gejala lain misalnya demam, pilek, atau sesak kecuali pada alergi.
Batuk pilek karena infeksi virus tidak butuh obat selain obat penurun panas apabila demam. Jangan berikan obat untuk menghilangkan batuk (menekan refleks batuk) seperti dekstrometorfan atau kodein. Mengapa? Saat anak terkena infeksi virus, terjadi peningkatkan produksi lendir di saluran napas sehingga anak pun harus batuk dalam rangka membuang dahak serta membuang kuman/virus penyebab batuknya. Batuk menyebabkan dahak keluar dari jalan nafas dan di/tertelan. Obat penekan refleks batuk akan menganggu semua upaya di atas serta potensial menimbulkan efek samping.
Anak batuk akut umumnya tidak harus di bawa ke dokter pada kondisi sebagai berikut :
1.      Sesak bernafas lebih dari 40x/menit; bernafas disertai tarikan otot – otot dada.
2.      Tampak membiru pada bibir dan ujung kaki
3.      Kesadaran menurun
4.      Dehidrasi berat, anak benar – benar menolak minum atau muntah – muntah hebat
5.      Batuk berlangsung lebih dari dua minggu
6.      Demam tinggi (hiperpireksia, suhu di atas 40,5oC
7.      Muntah – muntah berwarna hijau
8.      Pendarahan saluran cerna atau organ dalam lainnya.
Mengenai penggunaan antibiotik, ingat ya bunda. Antibiotik tidak digunakan pada infeksi virus.
Berdasarkan periode berlangsungnya maka batuk dapat dibagi menjadi batu akut dan batuk kronis (batuk lebih dari 8 minggu). Umumnya batuk akut pada bayi – anak disebabkan infeksi virus, bisa juga karena alergi (batuk akut karena kuman sangat jarang). Batuk lama kebanyakan disebabkan karena infeksi virus dan alergi. Infeksi virus menyebabkan produksi dahak berlebihan padahal saluran nafas anak masih kecil sehingga mudah menyempit menyebabkan suara mengi seperti asma. Alergi asma  biasanya di tandai oleh batuk pilek yang tidak terus menerus, muncul pada saat – saat tertentu saja (misalnya malam hari) serta ada pencetusnya (udara dingin, debu, tungau rumah, polusi,makanan).  Apabila disertai mengi, sangat khas untuk asma. Biasanya bakat asma diperoleh dari ayah atau ibu. Dalam keluarga umumnya ada anggota keluarga lain yang menderita penyakit alergi. Manifestasi alergi lainnya adalah eksem, rinitis alergi (bersin – bersin/ingus dipagi hari, udara dingin, atau pada saat terpapar debu), atau konjugtivitis alergi (mata merah berair). Jadi hindari pencetusnya ya bunda dan pelajari cara mengatasinya.

Pencetus Umumnya:
1.      Debu rumah, tungau (kutu rumah). Bersihkan perabotan, simpan buku dilemari. Kipas angin dan AC rutin dibersihkan. Seprai, sarung bantal/guling sering diganti, kasur dijemur. Kurangi boneka berbulu halus, tidak usah memakai karpet.
2.      Ventilasi tidak baik, sinar matahri tidak bisa masuk
3.      Binatang peliharaan. Binatang harus sering dimandikan atau dibersihkan
4.      Serangga seperti kecoak, lebah, semut, dll. Jaga kebersihan rumah
5.      Tidak menggunakan kasur/bantal guling yang berisi kapuk
6.      Anak yang rentan terhadap udara dingin, pakaikan baju hangat

7.      Obat – obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiimflamasi steroid tertentu dapa mencetuskan serangan. Penggunaanya harus diperhatikan dengan baik. 

No comments:

Post a Comment