Friday, December 13, 2013

Penyakit Langganan Anak - 1. Demam

Hai Bunda,
Bunda yang sudah punya si kecil pasti sangat sering melihat si kecil tiba - tiba badannya hangat, panas. Bagaimana reaksi bunda menghadapi situasi tersebut. Perlu bunda ketahui, demam bukanlah penyakit, demam adalah gejala. Ketika anak demam, pikirkan kemungkinan penyebabnya. Pada bayi dan anak kecil, penyebab demam umumnya adalah infeksi virus. Mengapa demikian? 
Ternyata demam merupakan salah satu taktik sistem imun tubuh untuk menyerang balik penyebab infeksinya. Artinya, kalau ada infeksi hampir pasti ada demam. Selama infeksinya belum tuntas, pasti masih demam (meski anak sudah diberi obat penurun demam). Jadi, jangan bingung ya bunda kalo beberapa jam sesudah diberi obat demam, suhu tubuh kembali meningkat. Demam adalah suhu tubuh >38,5oC untuk waktu minimal 24 jam. Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil didalam tubuh yang disebut dengan pirogen (zat pencetus panas) yang meningkat pada saat infeksi , radang, keganasan, alergi, teething dan lain - lain.
Semua anak pasti pernah mengalami demam, umumnya demam akibat infeksi ringan, tak membahayakan jiwa, tidak membuat anak cacat. Kelak, ketika sistem imun si anak sudah semakin canggih (di usia SD), frekuensi demam pun akan berkurang.

Panas Naik Turun
Beberapa jam setelah anak diberi obat penurun panas, suhu tubuhnya akan naik lagi. Ini terjadi karena obat tersebut tidak menyembuhkan penyakitnya. Obat penurun panas berguna untuk menurunkan suhu tubuh agar tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer). Obat tersebut bukan untuk menormalkan suhu tubuh. Ingat juga bunda, jangan memberikan dua macam obat demam. Jangan campur asetaminofen dengan fenobarbital (luminal). Jangan berikan aspirin (asetosal/aspilet) pada anak <12 tahun (meningkatkan resiko syndrom reye).
Salah satu resiko demam adalah dehidrasi. Tanda - tandanya: ubun - ubun cekung, kencing jarang, dan apabila punggung tangan atau perut di cubit, kulit lambat kembali. Beri anak minum sesering mungkin, boleh berupa jus, es batu, atau es krim. Bila munta - diare, beri anak oralit.

Kapan Sebaiknya Menghubungi Dokter
Pada umumnya, demam tidak membahayakan. Namun demikian ada beberapa kondisi dimana orangtua harus waspada. Misalnya, semakin muda usianya, orang tua harus semakin waspada. Kita harus menghubungi dokter bila:
·         Bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh  ≥ 38oC
·         Bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh ≥ 38,5oC
·         Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ≥40oC
Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh  dengan akurat (jangan hanya mengandalkan perabaan).

Dokter juga perlu dihubungi pada beberapa kondisi berikut :
·         Kondisi anak memburuk; tidur terus menerus, lemas, sulit dibangunkan (letargi)
·         Demam sudah berlangsung selama 72 jam
·         Sudah minum, tidak mau minum, atau sudah mengalami dehidrasi
·         Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
·         Kejang atau kaku pada kuduk leher
·         Sakit kepala hebat yang menetap
·         Sesak napas
·         Muntah, diare terus menerus

Ingat ya bunda, bunda tidak boleh panik. Kalau anak sedang sakit tetap awasi kondisinya, cegah dehidrasi dengan memberi ekstra cairan/minum, kompres air hangat, ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin, anak memakai pakaian yang tidak tebal dan pelukan, belaian serta ketenangan dari orang tua, terutama bunda akan sangat membantu dia untuk melawan rasa sakitnya dan merasa lebih nyaman.
Semoga bermanfaat :)

Sumber: Dirangkum dari Q&A Smart Parents for Healthy Children

No comments:

Post a Comment