Friday, December 13, 2013

Demam - Kejang Demam Pada Anak

Kejang demam adalah kejang yang penyebabnya di luar otak (bukan karena kelainan di otak). Beda dengan kejang akibat kelainan di otak seperti meningitis, ensefalitis. Jadi, kejang demam tidak berbahaya. Tidak menganggu intelegensia. Kejangnya juga singkat. Kalau kejangnya lama, sesudah kejang tidak sadar atau lama sadarnya, kejangnya berulang – ulang dalam jangka dekat, ada kaku kuduk, bukan kejang demam namanya.
Sebagian besar anak dengan kejang demam suhunya di atas 38,3oC dan biasanya terjadi pada hari pertama demam. Kejang demam bukan kondisi yang sering terjadi. Hanya satu dari 25-40 anak demam yang mengalami kejang demam.
Sediakan diazepam supositoria (rektal), simpan di lemari es (persediaan kalau kejangnya berulang, tidak untuk diberikan setiap kali anak demam).
Kejang demam tidak dapat dicegah dengan meminumkan kopi pada anak ya bunda. Karena kejang demam tidak dapat dicegah. Pemberian obat penurun panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya kejang demam.
Umumnya menyerang anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Ada resiki berulangnya kejang apabila ada kondisi berikut:
1.      Apabila kejang terjadi pada usia muda (<12 bulan)
2.      Apabila ada riwayat kejang dalam keluarga dekat
3.      Apalabila kejang terjadi pada suhu tidak tinggi
4.      Apabila kejang terjadi segera setelah anak demam
Apabila anak kejang pertama sebelum ia berusia 1 tahun maka ada kemungkinan berulang kejangnya sebesar 30%. Sekalipun kejangnya berulang, umumnya tak ada gangguan sistim saraf. Hanya 2% dari anak yang kejang berulang yang bisa mengalami epilepsi yaitu apabila kejangnya lama dan atau kejangnya hanya pada sebagian tubuh, pada seluruh tubuh pada anak dengan cerebral palsy.
Apabila kejang pada usia kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun, bawalah anak ke DSA neurologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Prinsip penanganan:
  1. Tetap tenang dan jangan panik
  2. Baringkan di tempat yang aman (lantai) tanpa bantal
  3. Longgarkan pakaian
  4. Atur posisi (setengah tengkurap atau miring) untuk mencegah tersedak
  5. Jangan meletakkan atau memasukkan apapun kedalam mulutnya (misalkan sendok, termasuk makanan atau minuman)
  6. Berikan diazepam supositori melalui anus
  7. Saat kejang jangan menahan gerakan kejang untuk menghindari fraktur/patah tulang
  8. Hitung lama kejang demam, amati bagian tubuh yang pertama kali mengalami kejang untuk referensi diagnosis dokter.
  9. Penanganan demam (sesuai prinsip mengatasi demam)
Cepat sembuh dan jangan panik ya bunda.
Semoga bermanfaat J
Sumber: Q&A Smart Parents for Healthy Children


No comments:

Post a Comment