Kejang demam adalah kejang yang
penyebabnya di luar otak (bukan karena kelainan di otak). Beda dengan kejang
akibat kelainan di otak seperti meningitis, ensefalitis. Jadi, kejang demam
tidak berbahaya. Tidak menganggu intelegensia. Kejangnya juga singkat. Kalau
kejangnya lama, sesudah kejang tidak sadar atau lama sadarnya, kejangnya
berulang – ulang dalam jangka dekat, ada kaku kuduk, bukan kejang demam
namanya.
Sebagian besar anak dengan kejang
demam suhunya di atas 38,3oC dan biasanya terjadi pada hari pertama
demam. Kejang demam bukan kondisi yang sering terjadi. Hanya satu dari 25-40
anak demam yang mengalami kejang demam.
Sediakan diazepam supositoria
(rektal), simpan di lemari es (persediaan kalau kejangnya berulang, tidak untuk
diberikan setiap kali anak demam).
Kejang demam tidak dapat dicegah
dengan meminumkan kopi pada anak ya bunda. Karena kejang demam tidak dapat
dicegah. Pemberian obat penurun panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya
kejang demam.
Umumnya menyerang anak berusia 6
bulan sampai 5 tahun. Ada resiki berulangnya kejang apabila ada kondisi
berikut:
1.
Apabila
kejang terjadi pada usia muda (<12 bulan)
2.
Apabila
ada riwayat kejang dalam keluarga dekat
3.
Apalabila
kejang terjadi pada suhu tidak tinggi
4.
Apabila
kejang terjadi segera setelah anak demam
Apabila anak kejang pertama sebelum
ia berusia 1 tahun maka ada kemungkinan berulang kejangnya sebesar 30%.
Sekalipun kejangnya berulang, umumnya tak ada gangguan sistim saraf. Hanya 2%
dari anak yang kejang berulang yang bisa mengalami epilepsi yaitu apabila
kejangnya lama dan atau kejangnya hanya pada sebagian tubuh, pada seluruh tubuh
pada anak dengan cerebral palsy.
Apabila kejang pada usia kurang dari
6 bulan atau lebih dari 5 tahun, bawalah anak ke DSA neurologi untuk
pemeriksaan lebih lanjut.
Prinsip penanganan:
- Tetap tenang dan jangan panik
- Baringkan di tempat yang aman
(lantai) tanpa bantal
- Longgarkan pakaian
- Atur posisi (setengah tengkurap
atau miring) untuk mencegah tersedak
- Jangan meletakkan atau
memasukkan apapun kedalam mulutnya (misalkan sendok, termasuk makanan atau
minuman)
- Berikan diazepam supositori
melalui anus
- Saat kejang jangan menahan
gerakan kejang untuk menghindari fraktur/patah tulang
- Hitung lama kejang demam, amati
bagian tubuh yang pertama kali mengalami kejang untuk referensi diagnosis
dokter.
- Penanganan demam (sesuai prinsip
mengatasi demam)
Cepat sembuh dan jangan panik ya
bunda.
Semoga bermanfaat J
Sumber: Q&A Smart Parents for Healthy Children
No comments:
Post a Comment